Langsung ke konten utama

HIGHWAY ISAIAH 19 : MENUJU NUBUATAN YESAYA 19, APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN SAAT INI ?

HIGHWAY ISAIAH 19 : MENUJU NUBUATAN YESAYA 19, APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN SAAT INI ?

 

“Apa yang dapat saya lakukan saat ini ?”. Pertanyaan tersebut merupakan salah satu pertanyaan yang melintas dalam benak saya ketika visi Yesaya 19 dilepaskan secara global. Pertanyaan yang masuk akal untuk ditanyakan dalam benak saya mengingat saya hanyalah seorang mahasiswa. Dalam benak saya, saya mengerti TUHAN akan kumpulkan keluarga Abraham, tapi yang menjadi pertanyaan adalah apa yang seharusnya saya lakukan untuk menanggapi nubuatan itu. Mungkin ada yang berpikiran sama seperti saya. Mungkin kita hanya anak sekolahan yang duduk di bangku SD/SMP/SMA, seorang mahasiswa semester awal atau hanya pegawai kantoran biasa dan kita tidak mengerti apa yang seharusnya kita lakukan untuk menanggapi nubuatan tersebut. Karena tidak mungkin kita pergi ke Timur Tengah untuk mengerjakan hal  tersebut. Memang benar salah satu peran kita adalah percaya akan visi tersebut, tetapi untuk menanggapi hal tersebut apa yang seharusnya kita lakukan untuk terlibat di dalamnya ?

 

KAJIAN TERHADAP YESAYA 19 MENGENAI NUBUATAN PEMULIHAN KELUARGA ABRAHAM

Bersama dengan orang-orang Yahudi Mesianik, orang-orang Yahudi yang percaya telah diselamatkan di dalam Tuhan Yesus, dan juga orang Kristen Arab berdoa bagi rekonsiliasi Israel dan Paletina. Dalam sebuah pertemuan online mereka mengangkat nubuatan Nabi Yesaya tentang pemulihan keluarga Abraham (Yesaya 19 : 23-24). Mereka mengambil kata jalan tol (Highway) sebagai pesan utama dalam pertemuan online. Dalam pertemuan sederhana, namun sangat intim tersebut, mereka saling berbagi dan mendoakan. Mereka sama mendeklarasikan bahwa bangsa Israel dan Arab seharusnuya berjalan bersama sebagai keluarga, bukan saling bunuh.

Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. 19:24 Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, (Yesaya 19 : 23-24)

Rekonsiliasi Arab – Israel (Ishak – Ismael) bukanlah beban yang hanya diambil oleh orang Israel dan Arab saja. Hal tersebut dikarenakan pemulihan Arab – Israel merupakan pemulihan Keluarga Abraham yang mana tidak hanya merujuk pada Israel – Arab saja tetapi juga bangsa – bangsa.  Pemulihan keluarga Abraham adalah the key of revival ketika TUHAN merestorasi pondok Daud yang merujuk kepada pemulihan total Israel dan suku – suku (Amos 9:11-12 ; Kis 15:16 - 17). Suatu bagian yang tidak hanya diambil oleh orang Israel dan Arab saja, tetapi setiap dari kita sebagai bagian dari tubuh Kristus.

Amos 9:11-12 (TB)  (11) "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, (12) supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini. 

Kis 15:16-17 (TB) (16)  Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, (17)  supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,

Penggenapan Restorasi Pondok Daud memiliki tiga dimensi yaitu penggenapan perjanjian Daud (2 Samuel 17:6) yang berarti juga penggenapan keselamatan dalam Yesus Kristus. Kemudian Pemulihan Keluarga Daud (Zakaria 12:8) yang memiliki arti pemulihan keluarga Abraham. Setelah itu yang terakhir adalah pemulihan tabernakel Daud (2 Samuell 6:17) yang memiliki arti pemulihan Rumah Tuhan. Pemulihan total tersebut terjadi Ketika ketika semua bangsa berkumpul dan Bersatu menyembah Kristus sebagai TUHAN dan Juruselamat dalam satu bait yaitu rumah TUHAN.

Yesaya 19:23  Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur.  (24) Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, (25)  yang diberkati oleh TUHAN semesta alam dengan berfirman: "Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku."

Dalam Nubuatan Yesaya 19, Israel, Mesir dan Asyur mewakili keturunan Ishak, Ismael dan Yoksan. Israel dalam Yesaya 19 diartikan sebagai bangsa Yahudi atau bangsa Israel modern, hal dikarenakan Israel Modern merupakan negara yang dibuat berdasarkan sisa-sisa Yahudi atau kaum Yehuda berdasarkan mandate Britania. ( יהודהYehudah). Mesir mewakilii gentile (kafir) atau keturunan Ismael yaitu Arabic people dan Islamic People yang menjadi percaya kepada Kristus, hal tersebut dikarenakan Mesir merupakan salah satu negara dengan populasi orang Arab dan Muslim terbesar yang mana melambangkan Ismael. Asyur dapat diartikan sebagai keturunan Yoksan yang diwakilkan oleh  International ekeslesia, hal tersebut dikarenakan keturunan Yoksan adalah keturunan Abraham  diluar orang Yahudi dan Arab (Ishak dan Ismael), dan International Ekklesia terdiri dari bangsa – bangsa.  

Untuk menggenapi Yesaya 19 maka perlu dua keluarga Abraham dari keturunanan Ishak dan Ismael yang harus  percaya bahwa Kristus adalah TUHAN. Karena hal tersebut belum bisa terjadi maka lahirlah Roma 11 mengenai kepenuhan suku – suku yaitu suku bangsa lain sebagai keturunan Abraham melalui Ketura untuk mengambil bagian. Keturunan Abraham melalui Ketura tersebut dalam nubuatan Yesaya 19 tersebut bermakna Asyur dan jika kita tilik Asyur dimaknai sebagai International Ekklessia. Keturunan Kentura yang dimaknai sebagai International Ekklesia itu perlu Bersatu untuk membawa kembali keluarga Abraham  dan inilah Highway.

KEPENTINGAN BERSAMA SEBAGAI PRINSIP PENGGUNAAN KASIH KARUNIA

Beberapa hari setelah visi Yesaya 19 dilepaskan, saya merenung dan bertanya kepadaNYA mengenai apa yang dapat saya lakukan. Dalam perenungan dan saat teduh tersebut, ada suatu gambaran yang saya dapatkan bahwa apa yang kita lakukan saat ini memiliki korelasi dan memiliki dampak secara tidak langsung maupun langsung terhadap nubuatan tersebut.

Roma 12:3 (TB) Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

Konteks kasih karunia yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah panggilan dalam jabatan atau kepercayaan (alkitab.sabda,org, 2015) ). Apapun yang TUHAN percayakan dalam hidup kita merupakan suatu karunia, entah bisnis, kampus kita, sekolah kita, keluarga kita, bakat – bakat kita maupun jabatan kita. Semua hal tersebut merupakan suatu kasih karunia. TUHAN tidak pernah sembarangan memberi karunia kepada seseorang, ada suatu maksud dibalik karunia yang TUHAN berikan. TUHAN tidak pernah sembarangan memberikan kita bakat menulis jika tidak ada maksud TUHAN dibalik hal tersebut begitu pula dengan hal lainnya.  TUHAN memberikan karunia tersebut adalah untuk membangun jemaat atau dalam artian disini adalah untuk membangun keluargaNya. Penggunaan karunia adalah untuk seluruh Tubuh Kristus yang mana hal tersebut merupakan PRINSIP yang tidak perlu ditanyakan lagi.

Roma 12:3-8

12:3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, m  aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 12:4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas n  yang sama, 12:5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh o  di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. 12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia p  yang berlain-lainan menurut kasih karunia 3  yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat 4  q  baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman r  kita. 12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar 5 ; s  12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. t  Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; u  siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan 6 , hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

PENGGUNAAN KARUNIA YANG AKAN MEMBAWA DAMPAK BAGI BANYAK ORANG

Dalam perenungan saya tersebut, suatu ketika TUHAN ingatkan suatu waktu ketika saya tergerak untuk membuat ayat emas ataupun statement yang didapatkan dari pewahyuan maupun melalui khotbah. Pada waktu itu saya tidak mengetahui dampak yang terjadi, saya hanya belajar taat. Saya  membuatnya mencoba semenarik mungkin menggunakan Bahasa Inggris kemudian saya bagikan di Instagram. Suatu ketika tanpa saya sangka tiba – tiba ada seorang pendeta yang tidak saya kenal, pendeta tersebut dari Australia saat saya mencoba melihat Instagramnya, beliau mengapresasi dan mengatakan bahwa hal tersebut sangat memberkati. Saya tidak pernah terpikirkan dampaknya hingga seperti itu, tetapi dari hal tersebut, sekecil apapun yang kita lakukan dapat memberkati dan berdampak bagi hidup orang lain. Bahkan mungkin kita tidak pernah mengetahui dampak yang kita lakukan secara tidak langsung dapat berdampak bagi pemulihan keluarga Abraham.

 

" Kita mungkin tidak dapat berperan secara langsung menanggapi Nubuatan Yesaya 19, tetapi secara tidak langsung kita dapat menanggapi nubuatan Yesaya 19  dengan mengerjakan apa yang TUHAN percayakan pada kita untuk mengumpulkan keluargaNya " 

Komentar

Posting Komentar