Langsung ke konten utama

Analisis Strategi Efektif Perintisan Serta Pengembangan Usaha Untuk Mahasiswa Dalam Menghadapi MEA dan Revolusi Industri 4.0

Analisis Strategi Efektif Perintisan Serta Pengembangan Usaha Untuk Mahasiswa Dalam Menghadapi MEA dan Revolusi Industri 4.0

[M0219019] [Bramasto Arista Wibisono] Penulis Mahasiswa Program Studi Fisika Fakultas MIPA




A.    Latar Belakang
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Revolusi Industri 4.0 merupakan tantangan yang perlu diperhatikan oleh setiap elemen di bangsa ini, terutamanya mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa seperti yang dikatakan Wesaka Puja sebagai Dirjen Kerjasama ASEAN dari Kementrian Luar Negeri RI pada PKKMB UNS tahun 2014 dalam https://uns.ac.id/id/uns-update/mahasiswa-baru-program-diploma-mendapat-kuliah-umum-dari-dirjen-kerjasama-asean.html, beliau mengatakan bahwa mahasiswa harus menyiapkan diri menghadapi MEA, yang mana diketahui MEA dan Revolusi Industri 4.0 tidak dapat dilepaskan . Para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu memperhatikan MEA dan Revolusi Industri 4.0 sebagai tantangan yang perlu dihadapi dengan serius dan bijak, hal tersebut didukung oleh pendapat SantosoTri Hartanto sebagai Direktur Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret di https://uns.ac.id/id/uns-update/jiwa-kompetitif-dan-visioner-strategi-pasca-era-revolusi-industri-4-0.html bahwa Revolusi Industri 4.0 yang mana berkaitan dengan proses bisnis dan MEA perlu dihadapi dengan serius agar dapat mengambil peluang dari hal tersebut. Banyak dampak positif serta dampak negatif yang telah, sedang dan akan dialami oleh bangsa ini oleh karena Masyarakat Ekonomi ASEAN dan juga Revolusi Industri 4.0.
Tidak dapat dipungkiri bahwa MEA, dan juga revolusi industri 4.0 memiliki berbagai dampak positif mupun negatif bagi bangsa ini.  Seperti dikutip dalam https://kumparan.com, dengan adanya MEA, pada sisi perdagangan, berakibat pada peningkatan ekspor yang mana berakibat pada GDP Indonesia, selain itu di sisi investasi, MEA dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya Foreign Direct Investment (FDI) yang mana berakibat pada pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, pengembangan SDM, penciptaaan lapangan kerja dan akses yang lebih mudah kepada pasar.Pada sisi ketenagakerjaan, dengan adanya MEA maka akan meningkatnya lapangan pekerjaan.  Walaupun begitu kita tidak dapat melupakan efek negatif dari adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dengan adanya MEA terjadi dampak negatif pada berbagai sisi, diantaranya sisi  kompetisi, sisi eksploitasi dan sisi ketenagakerjaan. Pada sisi kompetisi akan banyak barang mengalir ke negeri sehingga produk lokal dapat kalah bersaing dengan produk asing. Pada sisi ketenagakerjaan, banyak tenaga kerja asing akan masuk ke Indonesia dikarenakan adanya pasar barang dan jasa secara bebas. Pada sisi Eksploitasi akan adanya penggerusan Sumber Daya Alam oleh negara asing. Selain MEA kita perlu melihat Dampak Positif dan dampak negatif Revolusi Industri 4.0, Revolusi Industri 4.0 memiliki banyak dampak positif diantaranya adalah bertambahnya lapangan pekerjaan, hal tersebut didukung oleh pendapat M Hanif Dhakiri sebagai Menteri Ketenagakerjaan RI dalam sebuah seminar nasional yang dimuat dalam https://m.cnnindonesia.com, M Hanif Dhakiri mengatakan bahwa 3,7 juta pekerjaan baru akan muncul sebagai dampak ekonomi digital, hal tersebut didukung dengan fenomena munculnya pekerjaan baru sebagai akibat revolusi industri 4.0 contohnya Social Media Strategist, Content Creator, SEO specialist, Cyber Security dan lain sebagainya, profesi – profesi baru mungkin akan muncul lagi seiring bertumbuhnya industri dalam era revolusi industri 4.0. Walaupun memiliki dampak positif, tidak dapat dipungkiri bahwa Revolusi Industri 4.0 juga memiliki dampak negatif, salah satunya adalah hilangnya banyak pekerjaan, berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute yang dimuat dalam kompas.com menyatakan bahwa pada tahun 2030 sebanyak 375 juta pekerjaan akan digantikan oleh mesin, hal tersebut didukung oleh laporan yang dirilis oleh Oxford Economics bahwa pada tahun 2030 robot diprediksi menggantikan pekerjaan manufaktur di seluruh dunia. Dampak Revolusi industri 4.0 membuka banyak lapangan pekerjaan baru tetapi juga menutup banyak bidang pekerjaan yang awalnya dikerjakan oleh manusia yang mana diambil alih oleh mesin.
Melihat salah satu dampak negatif dari MEA dan juga Revolusi Industri yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, seorang mahassiwa yang memiliki panggilan sebagai profesional dalam segala hal entah dari teknisi, akademisi dan lain sebagainya seharusnya tidak hanya berfokus pada pencarian lapangan pekerjaan sebagai hal terutama tetapi mahasiswa yang memiliki panggilan sebagai profesional seharusnya berfokus pada perintisan dan pengembangan usaha berdasarkan inovasi berdasarkan profesi yang ditekuni, contohnya seorang guru tidak hanya berfokus pada panggilan pekerjaan sebagai guru di suatu sekolah tetapi memiliki visi lebih lagi untuk membuat sekolah  yang efektif untuk belajar para siswa, begitu pula dengan teknisi yang tidak hanya berfokus pada panggilan perusahaan yang dituju, tetapi dapat mendirikan perusahaan yang dapat menghasilkan banyak karya inovatif, hal tersebut senada seperti yang dikatakan oleh Kepala Direktur MarkPlus Inc, Jacky Mussury dalam https://uns.ac.id/id/uns-update/jiwa-kompetitif-dan-visioner-strategi-pasca-era-revolusi-industri-4-0.html, beliau mengatakan bahwa mahasiswa harus semakin cakap dalam  menyelesaikan suatu permasalahan, berkompetisi dan meningkatkan kemampuan bisnis dalam menangkap peluang dan berkompetisi di MEA dan Revolusi Industri 4.0 berdasarkan panggilannya atau singkatnya profesi yang ditekuni.
Tetapi hal tersebut bukanlah hal yang mudah dilakukan karena para mahasiswa perlu memiliki mental yang kuat untuk merintis dan mengembangkan suatu usaha, selain mental yang kuat, perlu adanya pendanaan serta adanya persaingan yang perlu dihadapi,  selain itu juga terdapat berbagai kendala lain yang perlu diperhatikan. Oleh sebab itu, perlu strategi dan inovasi untuk merintis dan  mengembangkan suatu usaha sehingga dapat bersaing dalam pasar ekonomi global.
B.     Tujuan
Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis serta menentukan strategi yang efektif dalam perintisan dan pengembangan usaha yang perlu diterapkan Mahasiswa dalam menghadapi Persaingan Global dan Revolusi Industri 4.0
C.    Pembahasan
Perlunya strategi untuk merintis serta mengembangkan suatu usaha sehingga dapat bersaing dalam pasar ekonomi global, berikut paparan strategi dan inovasi yang perlu dilakukan oleh mahasiswa
1.      Strategi dalam Perintisan usaha
a.       Pengenalan Akan Jenis Usaha yang Perlu Dirintis
Pengenalan akan jenis usaha yang perlu dirintis merupakan suatu hal dasar yang perlu dipikirkan, hal berikut merupakan pertanyaan yang perlu diajukan sebelum memulai sebuah usaha
1)      Apakah suatu usaha yang akan dirintis memiliki prospek yang bagus atau tidak?
2)      Apakah sesuai dengan selera pasar ?
3)      Apakah sesuai dengan bidang yang dikuasai dan juga tertarik akan hal tersebut?
4)      Seberapa paham penguasaan akan bisnis tersebut ?
5)      Apa yang perlu dicapai kelak ?
6)      Seberapa paham akan kesulitan yang akan dihadapi ?
Hal-hal tersebut didukung oleh pendapat dari Nurseffi Dwi Wahyudi seperti yang dilansir dalam liputan6.com yang mana dikatakan bahwa sebelum usaha bisnis di bidang apapun, perlunya riset serta kajian terhadap pasar, pesaing dan juga pendapat Eril Obeit dalam https://Jurnal.uns.ac.id, pendapat yang sama juga dijelaskan dalam sebuah artikel di cermati.com yang mengatakan bahwa dalam memabangun bisnis, setiap orang membutuhkan pemahaman, pengetahuan dan keahlian yang mumpuni untuk mengelolanya
Untuk memudahkan serta menentukan strategi dalam merintis usaha, perlunya membuat Proposal Usaha sebagai bahan pertimbangan merintis usaha.
b.      Pemilihan Lokasi yang tepat
Pemilihan Lokasi dalam membuka usaha merupakan hal yang perlu diperhatikan, berdasarkan penelitian mengenai faktor pemilihan lokasi terhadap efektivitas pasar panggung rejo oleh YP Siswantika dkk dalam https://jurnal.uns.ac.id bisa menjadi salah satu acuan bahwa pemilihan lokasi yang tepat adalah hal yang perlu diperhatikan, adapun kriteria lokasi yang tepat adalah
1)      Aksesbilitas atau jalan masuk pembeli melihat serta memperhatikan tempat usaha kita dan juga akses konsumen untuk mendatangi lokasi usaha mahasiswa.
2)      Aktivitas Pendukung
3)      Keberadaan Pesaing
4)      Keramaian
5)      Visibilitas
Selain itu ada juga beberapa pertimbangan pemilihan usaha yang strategis menurut  https://bisnisukm.com, yaitu
1)      Tingkat kepadatan penduduk sekitar lokasi
2)      Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi
3)      Memperhatikan tingkat keramain lalu lintas kendaraan bermotor yang lewat
4)      Banyaknya usaha yang mendukung lokasi tersebut
5)      Lokasi dengan tingkat kompetisi rendah
6)      Akses
7)      Tingkat keamanan yang ada
8)      Kebersihan Lokasi
Selain itu ada pendapat yang diambil dari https://matahidup.com yang memberi pertimbangan bahwa sebelum memilih lokasi usaha perlu adanya riset berdasarkan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunity, and Threats)
c.       Mengerti strategi marketing yang perlu diterapakan
1)      Berdasarkan jurnal.id, ada 7 strategi marketing dalam mengembangkan usaha
Membangun brand yang kuat dengan cara paling awal dengan memperkenalkan identitas brand ke calon pembeli lewat media sosial dikarenakan Berdasarkan Kompas.com, rata – rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 23 menit dalam sehari untuk mengakses media sosial, oleh sebab itu promosi di sosial media merupakan cara efektif untuk mengenalkan produk kepada banyak orang, beberapa sosial media yang paling efektif adalah instagram dan facebook dengan banuan fitur facebook ads dan juga berpromosi sesering mungkin serta mendapatkan testimony
2)      Membuat logo yang menarik
3)      Menulis konten sebagai strategi marketing dalam situs – situs komunitas secara menarik
4)      Melakukan riset pasar
d.      Pengenalan Selera Pasar
e.       Penggunaan Modal dengan bijak
f.       Menemukan keunikan dari produk
g.      Melakukan evaluasi setiap saat
Berdasarkan https://centrausaha.com yang mana sedang mambahas tentang konsep pemasaran, ada empat faktpr yang merupakan poin evaluasi, yaitu :
1)      Solusi Pelanggan (Customer Solution) yang mana merupakan evaluasi apakah produk kita dapat membantu dan memecahkan masalah konsumen atau tidak
2)      Biaya Pelanggan (Customer Cost) yang mana merupakan evaluasi apakah harga yang dibayarkan konsumen untuk membeli produk tersebut sesuai dengan kebutuhannya
3)      Kenyamanan (Convenience) yang mana merupakan evaluasi apakah mampu menyenangkan konsumen
4)      Komunikasi (Communication) yang mana merupakan evaluasi apakah komunikasi produk kepada konsumen secara benar dan tepat sasaran.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pengenalan dan riset secara detail dan mendalam dengan menggali berbagai aspek akan jenis usaha yang akan digeluti merupakan pertanyaan mendasar sebelum merintis usaha.
2.      Strategi Pengembangan Usaha
Strategi pengembangan usaha agar semakin sukses dimulai dari dasar  perintisan usaha yang mana selanjutnya diteruskan dengan melaksanakan strategi – strategi yang berupa pengenalan usaha yang akan dirintis dengan inovasi setiap saat.
Selain hal tersebut, perlu juga campur tangan dari perguruan tinggi serta pemerintah, salah satunya dengan memberikan sosialisasi, motivasi dan pelatihan secara berkala, hal tersebut telah dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret dilansir dari https://https://uns.ac.id/id/uns-update/pmw-buka-kesempatan-mahasiswa-untuk-kembangkan-bisnis.html melalui program PKM (Program Kewirausahaan Muda)
D.    Kesimpulan
Mahasiswa perlu memiliki strategi yang efektif dalam perintisan dan pengembangan usaha untuk  menghadapi MEA dan Revolusi Industri 4.0 dengan segala tantangannya, tidak hanya berorientasi pada pencarian pekerjaan saja, perintisan dan pengembangan usaha tersebut perlu dimulai dengan pemahaman akan usaha yang akan digeluti dan juga tekad kuat konsisten berjuang dalam mengembangkan usahanya dengan berlandaskan inovasi.

Komentar